Dari Ibnu Umar RA berkata,”Rasulullah SAW bersabda, “Dasar (pokok-pokok) Islam ada lima perkara:I.Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah (dua kalimah sahadat), 2.Mendirikan shalat, 3.Membayar zakat, Menunaikan ibadah haji, 5.Puasa bulan Ramadhan.

Kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah. Apabila dikatakan, “Kenapa dalam syahadat tidak disebutkan iman kepada para Nabi dan  Malaikat dan lainnya sebagaimana yang ditanyakan oleh Jibril? Jawabnya, bahwa maksud dari syahadat adalah membenarkan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, dengan begitu kalimat syahadat telah mencakup semua masalah yang berhubungan dengan akidah. Ismaili mengatakan, “Hal ini merupakan penamaan sesuatu dengan menyebutkan bagiannya, seperti seseorang mengatakan, “Aku membaca Aihamdu”, maksudnya aku membaca surat A! Fatihah. Maka jika dikatakan “Aku bersaksi atas kebenaran risalah Muhammad” berarti aku bersaksi atas kebenaran semua ajaran yang dibawa oleh Muhammad.”

Dalam kitab Sullamut Taufiq dijelaskan bahwa: Seluruh orang mukallaf wajib memeluk dan masuk agama islam, selamanya harus dalam agama islam, serta wajib menerima segala hal yang telah ditentukan atas dirinya, yakni hukum islam.

Diantara yang wajib diketahui, dimantapkan dalam hati secara mutlak, harus diucapkan dengan lisan dengan seketika bila orang itu masih kafir, cukup diucapkan sewaktu shalat bila dia muslim, ialah dua kalimat syahadat, yaitu “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”.

Adapun makna kalimat ASYHADU ALLAA ILLAA HA ILLALLAH, adalah kau harus mengetahui, memantapkan dalam hati, percaya dan membenarkan bahwa tiada yang disembah dengan sebenarnya dalam wujud melalaikan Allah Maha Esa, Maha Awal, Maha Qadim, Maha Dahulu tanpa permulaan, Maha Hidup, Maha Berdiri dengan zat-Nya Sendiri, Maha Kekal, Maha Abadi, Maha Pencipta, Maha Pemberi Rijki, Maha Mengetahui, Maha kuasa, dan Maha Berbuat apa saja yang di kehendaki. Apapun yang dikehendaki pasti terjadi, dan apapun yang tidak dikehendaki tentu tidak ada.

Tiada upaya untuk menghindari maksiat dan tiada daya untuk melakukan taat kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Allah adalah zat yang disifati dengan segala kesempurnaan. Disucikan dari segala kekurangan. Tiada sesuatu yang menyamai-Nya. Ia adalah zat yang Maha Mendengar lagi Maha Waspada. Allah adalah Qadim (maha permulaan), sedangkan selain Allah adalah baru. Allah adalah yang menciptakan, sedangkan selain Allah adalah yang diciptakan (makhluk).

Kalam Allah adalah Qadim begitu pula sifat-sifat-Nya, karena Allah tidak sama denga semua makhluk, baik zat sifat-sifat, maupun perbuatan-Nya.

Maha suci dan Maha Luhur Allah dari apa yang dikatakan orang-orang dzalim, Dengan Maha Luhur Yang Agung.

Adapun makna kalimat ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, adalah kau harus mengetahui, memantapkan, membenarkan, dan percaya bahwa sesungguhnya Gusti kita Nabi Muhammad putra Abdul Mutallib putra Hasyim, putra Abdi Manaf, adalah hamba Allah dan utusan-Nya, diutus untuk seluruh makhluk.

Beliau dilahirkan dan diangkat sebagai Rasul di mekah. Kemudian Hijrah ke Madinah dan dimakamkan di Madinah pula. Dan sungguh, segala apa yang dia sampaikan adalah benar.

Diantara yang Beliau kabarkan adalah tentang siksa kubur, kenikmatan dalam kubur, pertanyaan dari dua Malaikat Munkar dan Nakir, hari bangkit, hari hasar (makhluk digiring untuk dihisab), hari kiamat, hisab, pahala, siksa, timbangan amal, neraka, titian (siratal mustaqim), telaga syafaat, surga, kekal dalam surga, dan memandang zat Allah di dalam surga, semua ini pasti nyata.

Kau wajib beriman kepada Malaikat, para rasul, kitab-kitab Allah, dan beriman, bahwa Nabi Muhammad adalah penutup nabi-nabi. Beliau adalah pemimpin seluruh keturunan Nabi Adam.

 

Maksud mendirikan shalat adalah menjalankan atau melaksanakan shalat, sedang maksud mengeluarkan zakat adalah mengeluarkan sebagian harta dengan cara khusus.

Untuk menentukan keabsahan keislaman seseorang, Al Baqillani mensyaratkan terlebih dahulu pengakuan terhadap keesaan Allah (tauhid) sebelum mengakui risalah.

Kesimpulan yang dapat diambil dari hadits di atas adalah bahwa pemahaman makna umum sunnah Rasul, dapat dikhususkan dengan arti tekstual Al Qur’an. Arti hadits secara umum menyatakan bahwa orang yang melaksanakan semua hal yang disebutkan, maka Islamnya sah. Sebaliknya orang yang tidak melaksanakan semua yang disebutkan, maka Islamnya tidak sah. Pemahaman ini dikhususkan dengan firman Allah, “Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. ” (Qs. Ath-Thuur(52): 21)

Dalam hadits di atas, Imam Bukhari lebih dahulu menyebutkan haji dari pada puasa. Namun pada hadits Imam Muslim dari riwayat Sa’ad bin Ubaidah dari Ibnu Umar, puasa disebutkan lebih dahulu daripada haji.Seseorang berkata, “Haji dan puasa Ramadhan,” lalu Ibnu Umar berkata, “Tidak, puasa Ramadhan dan haji.” Ini menunjukkan bahwa hadits riwayat Handhalah yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari merupakan hadits bil makna, yaitu hadits yang diriwayatkan berdasarkan maknanya, bukan berdasarkan lafazh yang diriwayatkan dari Rasulullah. Hal ini bisa jadi disebabkan beliau tidak mendengar sanggahan Ibnu Umar pada hadits di atas, atau karena ia lupa. Kemungkinan ini lebih tepat dibandingkan pendapat yang menyatakan bahwa Ibnu Umar mendengar hadits tersebut dari Rasul dua kali dalam bentuk yang berbeda, namun beliau lupa salah satu  dari kedua hadits tersebut ketika memberikan sanggahan kepada pernyataan seseorang dalam hadits di atas tadi.

Sebenarnya adanya hadits yang diriwayatkan secara berbeda menunjukkan bahwa matan hadits tersebut disampaikan secara maknawi. Pendapat ini juga dikuatkan adanya tafsir Bukhari yang lebih mendahulukan lafazh puasa dari pada zakat. Apa mungkin para sahabat mendapatkan hadits ini dalam tiga bentuk? Hal ini mustahil terjadi. Wallahu A ‘lam.

 

Hal Ilmu: Di sini ….

Sumber: Fathul Baari dan Sullamut Taufiq

Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }