Berdasarkan pelatihan guru sasaran yang saya terima. Bulan Juli lalu saya telah mencoba mempostingkan RPP yang sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014. Tetapi dalam perkembangannya lahir Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016. Dan sebagai perbandingan perubahan Peraturan Menteri tersebut, saya arsipkan salah satu RPP yang sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 berikut.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah SMPN 1 Ibun
Mata pelajaran BAHASA INDONESIA
Kelas/Semester VII/2
Alokasi Waktu 5 JP

Kompetensi Inti :

  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menghargaidan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi  Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Bagian A

3.9  Mengidentifikasi informasi (pesan, rima, dan pilihan kata) dari puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.

Indikator

  • Menyimpulkan ciri umum puisi rakyat (pantun, syair, dan gurindam) pada teks yang dibaca/didengar.
  • Membandingkan persamaan dan perbedaan struktur pantun, syair, dan gurindam pada teks yang dibaca/didengar.
  • Mendaftar kata/ kalimat yang digunakan pada puisi rakyat pada teks yang dibaca/didengar.

Bagian B

4.9 Menyimpulkan isi puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang disajikan dalam bentuk tulis

Indikator

  • Menyimpulkan isi pantun.
  • Menyimpulkan isi syair.
  • Menyimpulkan isi gurindam.

Materi Pembelajaran

Materi Pembelajaran Reguler

Kegiatan A dan B

Pengetahuan

  • Pengertian puisi rakyat
  • Jenis puisi rakyat
  • Tujuan komunikasi puisi rakyat
  • Persamaan dan perbedaan puisi rakyat (syair, gurindam, pantun)
  • Kata berima pada puisi rakyat
  • Makna kata/ ungkapan pada puisi rakyat

Keterampilan

  • Memahami isi puisi rakyat (syair, gurindam, pantun)
  • Praktik memahami isi puisi rakyat (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan, apa saja informasi rincian)

Materi Pembelajaran Remedial

Pengetahuan

  • Pengertian puisi rakyat
  • Jenis puisi rakyat
  • Tujuan komunikasi puisi rakyat
  • Persamaan dan perbedaan puisi rakyat (syair, gurindam, pantun)
  • Kata berima pada puisi rakyat
  • Makna kata/ ungkapan pada puisi rakyat

Keterampilan sesuai

  • Memahami isi puisi rakyat (syair, gurindam, pantun)
  • Praktik memahami isi puisi rakyat (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan, apa saja informasi rincian)

Materi Pembelajaran Pengayaan

Pengetahuan sesuai

  • Pengertian puisi rakyat
  • Jenis puisi rakyat
  • Tujuan komunikasi puisi rakyat
  • Persamaan dan perbedaan puisi rakyat (syair, gurindam, pantun)
  • Kata berima pada puisi rakyat
  • Makna kata/ ungkapan pada puisi rakyat

Keterampilan sesuai

  • Memahami isi puisi rakyat (syair, gurindam, pantun)
  • Praktik memahami isi puisi rakyat (menjawab pertanyaan hal yang dideskripsikan, apa saja informasi rincian)

Sikap utama yang ditumbuhkan : peduli, Jujur berkarya, tanggung jawab, toleran dan kerjasama , proaktif, dan kreatif.

Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan sesuai

  • Mengucapkan salam, berdo’a, mengondisikan kelas ke dalam situasi belajar dan mengabsen siswa.
  • Guru bertanya-jawab tentang kaitan isi puisi rakyat yang monumental (misal Gurindam Duabelas Raja Ali Haji, Syair Perahu dan Hamzah Fansuri) dengan masalah-masalah sikap generasi muda masa kini. Guru bisa mengutip beberapa nilai penting yang sangat relevan untuk kehidupan masa kini. Misalnya, nilai kejujuran dan pantang menyerah yang ada pada puisi rakyat.
  • Siswa secara berantai membaca nilai-nilai pada puisi rakyat tersebut sambil mengamati gambar/ slide hilangnya kejujuran dan sikap pantang menyerah dalam masyarakt kita. Siswa disadarkan adanya nilai-nilai luhur pada puisi rakyat yang ditinggalkan nenek moyang bangsa Indonesia.
  • Membacakan masalah-masalah pada berita masa yang bertentangan dengan nilai-nilai pada Gurindam Dua belas atau Syair Perahu.
  • Mengungkapkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai.
  • Membangun konpuisi rakyat untuk menumbuhkan sikap yang telah dirancang pada KD 2.

Kegiatan Inti sesuai

Bagian A dan B: Dekonstruksi

Pertemuan Pertama (3 JP)

  • Membaca contoh beragam gurindam, syair, pantun
  • Menanya tentang puisi rakyat
  • Berdiskusi ciri umum puisi rakyat, menentukan persamaan dan perbedaan pantun, syair, dan gurindam

Pertemuan Kedua (2 JP)

  • Membaca/ mendengar puisi rakyat
  • Menamya sesuai
  • Isi pesan dalam puisi rakyat
  • Membaca dan menyanyikan puisi rakyat
  • Bermain untuk mengenali isi puisi rakyat

Penutup

  • Siswa bersama guru menyimpulkan butir-butir pokok materi yang telah dipelajari.
  • Siswa bersama guru melakukan indentifikasi keunggulan dan kelemahan kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksnakan.
  • Siswa menerima umpan balik tentang proses pembelajaran.
  • Siswa diwajibkan membaca puisi rakyat ( gurindam, syair, pantun) minimal satu buah. Hasil bacaanmu tuangkan pada jurnal harian kamu membaca. Kamu bisa mencatatkan jam kamu membaca secara jujur.
  • Siswa menerima penyampaian tentang kegiatan pembelajaran pertemuan berikutnya.

Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

Penilaian Pengetahuan

Teknik             :  Tes tulis dan penugasan.

Bentuk            :  Isian dan tugas yang dikerjakan secara individu.

Indikator Soal :

Disajikan Contoh puisi rakyat

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apa sajakah yang termasuk puisi rakyat?
  2. Puisi lama yang berasal dari negeri India. Yang berarti “mula-mula” atau “perumpamaan disebut ….
  3. Sebutkan ciri-ciri gurindam!
  4. Puisi Melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat yang berfungsi untuk mendidik sambil menghibur disebut …
  5. Sebutkan ciri-ciri pantun!
  6. Melalui pantun leluhur kita secara tidak langsung memberi nasihat. Ini bukan berarti tidak tegas kalau hendak mengatakan sesuatu, tetapi dapat dikatakan bahwa kita memiliki gaya tersendiri dalam mengungkapkan sesuatu. terkesan lebih santun untuk menegur atau menasihati. Mengapa demikian?
  7. Puisi lama yang berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia yang memiliki arti “perasaan yang menyadari”, disebut ….
  8. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah ….
  9. Sebutkan 3 syair hasil karya Hamzah Fansuri!
  10. Sebutkan ciri-ciri syair!

Kunci jawaban

  1. Puisi rakyat berupa pantun, syair, gurindam.
  2. Ciri gurindam: (a) terdiri atas dua baris dalam sebait, (b) tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata, (c) tiap baris memiliki rima sama atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya, (d) merupakan satu kesatuan yang utuh, (e) baris pertama berisi soal, masalah, atau perjanjian, (f ) baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama. (isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua), (g) isi gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara.
  3. Ciri-ciri pantun: (a) tiap bait terdiri atas empat baris (larik), (b) tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, (c) rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b, (d) baris pertama dan kedua merupakan sampiran, (e) baris ketiga dan keempat merupakan isi.
  4. Agar orang yang kita tuju tidak merasa malu atau dipojokkan.
  5. Syair
  6. Hamzah Fansuri
  7. Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.
  8. Ciri-ciri syair antara lain : (a) setiap bait terdiri dari empat baris, (b) setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata, (c) bersajak a-a-a-a, (d) semua baris adalah isi, (e) bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan.

Penilaian Keterampilan

Disajikan pantun karya nenek moyang dan pantun baru.

  • Carilah makna kata sulit pada pantun tersebut!
  • Uraikanlah dengan bahasamu sendiri isi pantun tersebut!
  • Tulislah kembali nasihat dan ajakan yang terdapat dalam pantun!
  • Bandingkan isi nilai-nilai/ tindakan baik yang terdapat pada pantun karya nenek moyang dan karya generasi sekarang!

Disajikan contoh gurindam.

  • Carilah makna kata sulit pada gurindam tersebut!
  • Simpulkan nilai-nilai moral/ nasihat yang terdapat pada gurindam di atas!

Disajikan sebuah syair.

  • Carilah makna kata sulit pada syair tersebut!
  • Simpulkan nilai-nilai moral/ nasihat yang terdapat pada syair di atas!

Rubrik penilaian dan penskoran: terlampir

Pembelajaran Remedial

Aktivitas kegiatan pembelajaran remedial, yang dapat berupa: pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok atau tutor sebaya dengan merumuskan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, alokasi waktu, sarana dan media pembelajaran.

Pembelajaran Pengayaan

Kegiatan pembelajaran pengayaan dirumuskan sesuai dengan karakteristik peserta didik, alokasi waktu, sarana dan media pembelajaran.

Media/alat, Bahan dan Sumber Belajar

Media/alat                   :  Buku, Infokus.

Bahan                          :  Puisi rakyat

Sumber Belajar

  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII. Edisi Revisi 2016. Halaman 179 s.d 186.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII. Edisi Revisi 2016. Halaman 95 s.d 96.
  • http://kecilnyaaku.com
                                             Sesuai  
Mengetahui,

Kepala Sekolah


(_________________)

NIP.

  Ibun,       Juli  2016

Guru Mata Pelajaran


Ii Syamsul Farid, S.Pd.

NIP. 19680514 199301 1 001

 

Program Semester, Program Tahunan, Silabus: di sini ….

 

Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }