Memahami Warisan Budaya Bangsa

0
619

Puisi rakyat merupakan warisan budaya bangsa yang wajib kita pelihara. Puisi rakyat berupa puisi, syair, dan gurindam. Pada unit ini kita akan belajar tentang puisi rakyat yang berupa pantun. Pantun adalah salah satu jenis puisi lama warisan nenek moyang kita yang kaya muatan nilai moral, agama, dan budi pekerti. Melalui pantun inilah para leluhur kita mewariskan nilai-nilai luhur dengan cara yang menghibur, segar, dan indah.

Mengenal dan Memahami Puisi Rakyat

Melalui kesastraan lama kamu dapat memahami nilai-nilai yang ingin diwariskan para leluhur. Puisi rakyat berupa pantun, syair, gurindam, atau puisi rakyat yang berkembang di daerah tertentu. Pada acara-acara di televisi, kepiawaian membuat pantun masih menjadi andalan untuk melucu. Pada lagu-lagu juga masih ditemukan pantun. Sementara untuk gurindam, syair, dan sastra lama yang lain agak kurang lagi didengar. Dalam dunia kesastraan kita memiliki warisan turun-temurun berupa cerita rakyat atau puisi rakyat yang tidak diketahui siapa pengarangnya. Karena merupakan hasil turun-temurun dan tidak diketahui siapa pengarangnya, puisi lama biasanya disampaikan dari mulut-kemulut. Puisi lama terlihat kaku karena terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait dan juga pengulangan kata yang bisa di awal maupun di akhir sajak atau kita kenal dengan sebutan rima. Pada bagian ini puisi lama yang akan dibahas adalah pantun.

Dan untuk membuka pembelajaran Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat, diawali dengan membaca secara berantai pantun warisan nenek moyang kita! (gunakan irama lagu Rasa Sayange)

Marilah membaca puisi rakyat untuk mengenali bentuk dan memahami nilai luhur yang terkandung di dalamnya!

 Pantun karya nenek moyang

Pantun 1

Air surut memungut bayam,

Sayur diisi ke dalam kantung;

Jangan diikuti tabiat ayam,

Bertelur sebiji riuh sekampung.

Pantun 2

Baik bergalas baik tidak,

Buli-buli bertali benang;

Baik berbalas baik tidak,

Asal budi sama dikenang.

Pantun 3

Ikan nila dimakan berang-berang,

Katak hijau melompat ke kiri;

Jika berada di rantau orang,

Baik-baik membawa diri.

Pantun 4

Akar keladi melilit selasih,

Selasih tumbuh di hujung taman;

kalungan budi junjungan kasih,

Mesra kenangan sepanjang zaman.

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««


Sumber:

Buku sumber yang digunakan sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII pada postingan-postingan ini dikutip dari: Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII, Edisi Revisi 2016,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,  2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here