Setelah mencermati contoh surat pribadi berikut ini, peserta didik diharapkan dapat menyebutkan ciri bahasa surat pribadi.

Mengundang

Model surat undangan berikut ini ditulis ditujukan kepada seorang teman agar mau tinggal sementara dengannya. Baca dan perhatikan dengan saksama.

Jakarta, 1 Desember 2015

Apa kabar, Naila!

Saya dengar dari Andri kamu akan tes sekolah di Ujung Pandang dan sedang sibuk mencari tempat kos. Kalau sempat, singgahlah ke rumah. Sebelum kamu dapat kos yang cocok, kamu bisa tinggal di rumah. Saya sudah bicara dengan Bapak dan Ibu di rumah, beliau oke-oke saja. Bagaimana? kita bisa main lagi ke Selekta lagi bersama-sama.

Sekian dulu, pikirkan ya, tawaran saya ini. Saya tunggu jawabanmu secepatnya.

Sahabatmu,

 

Furi

 

Memohon dan Meminta Penjelasan

Model surat pribadi dengan tujuan memohon dan meminta penjelasan ini ditulis oleh seorang anak di Jakarta. Anak tersebut menulis surat kepada sepupunya yang tinggal di Malang. Dia ingin berlibur ke Malang.

Jakarta, 13 Januari 2015

Halo, Alfa!

Bagaimana kabarmu? Semoga segala sesuatunya lancar-lancar saja. Saya sedang berpikir bagaimana caranya “sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. “Dayungnya” sudah ada, saya dapat izin (juga uang saku tentunya) untuk liburan ke Malang. Saya ingin menikmati indahnya alam di sana.

Kalau memungkinkan dan tidak keberatan saya ingin menginap di rumahmu, empat hari saja. Selain itu, saya juga ingin kamu menemaniku ke Museum Transportasi.

Tolong ya? Oh ya, mau kan jawab surat ini secepatnya agar saya dapat mempersiapkan segala sesuatunya atau merancang rencana baru jika belum memungkinkan liburan ke Malang.

 

Pelalawan, 29 November 2015

Bapak Presiden yang terhormat.

Bapak, saya siswa kelas IV SDN Kuala Panduk. Saya tinggal di Desa Kuala Panduk. Sudah satu minggu saya dan beberapa teman lain tidak bersekolah karena sakit. Kami sakit karena menghirup udara yang berasap. Dada kami sesak ketika bernafas. Mata kami perih ketika terbuka. Rasanya sangat tidak nyaman.

Bapak, sebentar lagi kami harus ujian akhir semester. Kami harus masuk sekolah untuk belajar dan ujian. Kami tidak bisa sungguh-sungguh belajar dan ujian karena asap tebal di kelas.

Bapak, tolong kami segera! Kami ingin tumbuh dan belajar seperti anak-anak di kota lain. Kami belajar dan menjadi sukses seperti Bapak. Kami ingin belajar dengan menghirup udara bersih tanpa asap!

Farha Astina

Pelalawan, Riau

Materi Kebahasaan : Klik di sini ….
Dari Buku Sumber:

Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII, Edisi Revisi 2016,  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,  2016.

https://tentangcintakupadamudanmakhluqmu.wordpress.com/

Facebook Comments