Contoh komentar novel

Identitas Buku

Judul buku                  : Tenun Biru

Pengarang                   : Ugi Agustono J.

Penerbit                       : Nuansa Cendikia

Alamat penerbit          : Komplek Sukup Baru No. 23 Ujungberung

Kota terbit                   : Bandung

Jumlah halaman           : 362 halaman

Ukuran                        : 14,5 x 21 x 2 cm

Cetakan I                    : November 2012

Ratna terlahir dari keluarga mampu, punya pendidikan yang bagus, pekerjaan mapan serta selalu peduli dengan sekitarnya. Sedangkan Janus menjadi orang mapan dan punya segalanya karena nasib. Mereka harus menjalani kebersamaan memasuki tempat-tempat kumuh hingga pedalaman Indonesia: Dayak di Kalimantan, Karimunjawa, Kota Tua, Bali, Toraja dan Desa Rawa Sampih.

Novel ini banyak menceritakan segala detail pelosok-pelosok negeri kita. Salah satu keberhasilan penulis adalah mampu menggambarkan secara rinci tempat, lokasi, barang, bangunan kejadian yang ada di novel tersebut. Ini memang novel fiksi, tetapi lingkungan yang dibentuk di novel ini sangat nyata sekali.

Terbuai, mungkin itu kata yang cocok ketika membaca novel Tenun Biru. Keindahan dalam negeri disajikan dalam satu karya yang sangat bagus. Membangun kisah romantis, penulis hadirkan Janus yang kurang mencintai Indonesia walau dia adalah orang Indonesia.

Misi Ratna untuk membuat Janus cinta Indonesia merupakan kisah romantis yang membuat pembaca terbawa. Novel ini membuat kisah antara Ratna dan Janus menjadi romantis namun tidak berlebihan. Penulis lebih senang menggambarkan tempat-tempat yang ada di Indonesia. Penulis ingin masyarakat Indonesia cinta terhadap negaranya sendiri karena begitu banyak keindahan dan keunikan yang ada di Indonesia. Termasuk suku budaya yang beragam. Jadi kita tidak perlu keluar negeri bila ingin menikmati keindahan alam atau alasan ingin mengenal budaya lain.

Mengarungi perjalanan yang sulit. Berdua menggali nilai-nilai peradaban, bertemu dan berbagi ragam ilmu dengan anak-anak pelosok yang terpinggirkan. Terkadang harus mempertaruhkan keselamatan. Kisah di dalamnya membungkus kecantikan Indonesia dalam derap irama naluri

dan nurani-sekalipun tanpa harus teriakt pada komitmen.

Dialog-dialog antar tokoh juga sangat menarik, apalgi dialog Ratna dan Janus yang sangat alami. Beberapa dialog kecil mengundang tawa lucu dari pembaca.

Cerita tentang sahabat Ratna yang telah berkeluarga juga menghiasi sebagian dari isi novel ini. Adi, sahabat lama Ratna dan Nurul, yang datang menjadi orang ketiga antara hubungan Ratna dan Janus. Berbagai pengetahuan dan informasi yang diajarkan kepada anak-anak pedalaman

membuat novel ini semakin istimewa.

Kelemahan dari novels ini adalah alur cerita yang kurang banyak dipahami oleh pembaca. Hal ini terlihat dari sub bab “Kisah dari Gang Kumuh” yang menceritakan ceirta kecil masa lalu tentang Ratna dan Janus. Dari sana akan timbul pertanyaan bagi pembaca apakah maksud dari sub bab

tersebut. Melihat dari judul, Tenun Biru, bukanlah menggambarkan isi novel ini. Judul ini membuat rasa ingin tahu pembaca menjadi muncul, apalagi membaca sub judul, seperti tidak nyambung dengan judul utama. Dari sekian banyak cerita dalam novel ini, sajian cerita yang dipaparkan sangatlah menarik, mengundang tawa, sedih, haru, bahagia dan rasa romantis menjadi satu. Novel ini dapat dibaca dan menjadi motivasi bagi seluruh kalangan dan usia terutama yang kurang mencintai Indonesia dan haus akan ragam budaya dari berbagai pelosok negeri.

 

Materi Kebahasaan : Klik di sini ….
Sumber:

Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII, Edisi Revisi 2016,  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,  2016.

(Sebagai Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII)

Facebook Comments

Share This Article