Mempertahankan kesucian merupakan hal yang begitu istimewa. Allah SWT berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. (QS. Al Mu’minuun : 5)

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَالَّذِينَ يَبْتَغُونَ الْكِتَابَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًا وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ وَلا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَنْ يُكْرِهُّنَّ فَإِنَّ اللَّهَ مِنْ بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang sesudah mereka dipaksa itu. (QS. An Nuur : 33)

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya. (QS. Al Ma’aarij : 29)

“Dan bergaulah dengan mereka secara patut “. (An-Nisa :19).

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban nya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada istrinya “. (Al-Baqarah : 228).

                Diriwayatkan dari Nabi Saw, beliau telah Bersabda di dalam haji wadanya, setelah beliau memuji Allah dan menasehati para pendengar : “Hai kaumku! Ingat! Bertindaklah kamu kepada istrimu dengan baik. Sesungguhnya istri adalah pinjaman bagimu. Kamu tak punya wewenang bertindak kepada istri kecuali dengan baik.

Kamu harus bertindak kepada istri, kacuali kalau istri berbuat keji yang nyata. Jika istri-istrimu ternyata berbuat keji, maka janganlah kamu kumpuli di dalam tempat tidur dan pukullah ia dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Tetapi jika mereka taat kapadamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk memukul mereka. Ingatlah! Sesungguhnya kamu punya hak-hak yang harus dilayani oleh istri-istrimu, dan juga istri-istrimu punya hak yang harus kau layani.

                Hakmu yang harus dilayani oleh mereka antara lain hendaklah mereka tidak menyetubuhkan diri di tempat tidurmu kepada orang yang kau tidak sukai. Dan hendaklah mereka jangan  mengizinkan orang yang kau tidak suka berada di rumahmu.

                Ingatlah! Hak mereka yang harus kau layani antara lain hendaklah kamu bertindak baik kepadanya, baik di dalam memberi pakaian maupun nafkah”.

Semoga bermanfaat

 

Facebook Comments