Berikut saya sajikan dua buah untaian kalimat. Sekarang Sudah Jauh Berbeda dan Ketika Aku Kecil Dulu.

Sudah Jauh Berbeda

Andai ingat sebutan gunung

Yang terbayang pasti cemara dan banyak pepohonan

Pemandangan yang Indah dan sejuk

Masih berlakukah itu sekarang?

 

Suatu kenyataan….

Saat aku kembali, naik-naik ke puncak gunung

Tinggi-tinggi sekali. Ya masih itu

Tetapi ….

Jangankan pohon yang besar

Pohon yang masih kecil dalam upaya reboisasi

Mulai terlihat terganggu dan tersakiti

Bekas sabetan golok

Satu sabetan, dua sabetan, setiap hari

Akhirnya tumbang juga

 

Dan ketika aku sudah berada di puncak gunung

Subhanallah ….

Sudah jauh berbeda

 

Dulu ketika aku naik-naik ke puncak gunung

Jangankan jarak ratusan atau ribuan meter

Beberapa meter saja teman berjalan, agak belok sedikit

Tak nampaklah wajahnya

Banyak semak dan pohon yang menghalangi

Sekarang ….

Semua tembus pandang

Petani yang bercocok tanam di kaki gunung

Rumah-rumah penduduk di berbagai sudut

Genangan air di sawah nan jauh bekas banjir kemarin

Berlariannya kendaraan di jalan.

Tampak terpotret dari puncak gunung

 

Ketika Aku Kecil Dulu

Sungai-sungai sangat jernih airnya

Tutut, kerang begitu aku sebut

Dan berbagai jenis ikan

Tidak usah dipancing dengan menu ala restaurant

Tinggal turun sungai, pasirnya dibalik

Kerang dan tutut selalu tersenyum

Dan pasrah dibawa untuk disantap

Airnya dibuat parit, ikan digiring ke sana

Disair-sair, dapet ikannya

 

Dulu ketika aku masih kecil

Di setiap pagi, siang dan sore

Aku selalu dinyanyikan syair “Tikukur “

Begitu pun Anis yang sekarang mahal itu, ikut menabuh instrumennya

Bahkan aku masih ingat ketika anjing bertengkar dengan careuh

Careuh yang lincah menggigil ketakutan naik ke pohon

Anjing yang kesal menunggu di bawahnya

 

Dan dulu ketika aku mulai meninggalkan masa kecil

Aku melihat di kampung-kampung ketika Agustusan

Lomba panjat pinang itu, bener yang dipanjat itu pohon pinang

Sekarang di kampung mana yang lomba panjat pinang pakai pinang?

 

Pada ke mana ya… mereka?

Kejernihan sungai dengan ikan-ikannya

Nyanyian burung di pepohonan

 

Atau jangan-jangan anak sekarang

Tidak tahu pohon pinang dan petai cina

Tidak tahu burung tikukur

Tidak percaya bahwa sungai-sungai itu airnya jernih

Tidak yakin burung itu hidup bebas di alam sekitarnya

 

Bahkan aku pun tak percaya

Suara burung begitu cepat berlalu

Pohon pinang yang berjajar di empang-empang tidak sanggup lagi berbaris

 

Aku mohon ampunan

Agar yang lainnya tidak mengikuti mereka

Kasihan anak cucu ….

 

Kecilnyaaku

Baca Cerpen : Klik di sini ….

 

 

Facebook Comments
style type="text/css"> #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a { background-color: transparent; position: relative; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-family: 'ETmodules'; text-align: center; speak: none; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; -webkit-font-smoothing: antialiased; position: absolute; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children > a:after { font-size: 16px; content: '\4c'; top: 13px; right: 10px; } #main-header .et_mobile_menu .menu-item-has-children.visible > a:after { content: '\4d'; } #main-header .et_mobile_menu ul.sub-menu { display: none !important; visibility: hidden !important; transition: all 1.5s ease-in-out;} #main-header .et_mobile_menu .visible > ul.sub-menu { display: block !important; visibility: visible !important; }