Pasrah
Hanya kepada-Mu ku gantungkan harapan
Hanya kepada-Mu kuserahkan jiwa
Hanya kepada-Mu  kupasrahkan raga
Hanya kepada-Mu aku beribadah
Hanya kepada-Mu kutitipkan segala
Hanya kepada-Mu aku meminta

 

Dengan nama-Mu, aku beriman kepada-Mu
Dengan nama-Mu, kuhadapkan wajah kepada-Mu
Dengan nama-Mu, aku bertawakal kepada-Mu
Dengan nama-Mu, aku berlindung kepada-Mu
Dengan izin-Mu, aku mendapatkan pertolongan
Dengan izin-Mu, aku berikhtiar
Dengan izin-Mu, aku memperoleh nikmat-Mu
Dengan izin-Mu, aku mati dan hidup
Berkat rahmat-Mu, aku sehat
Berkat rahmat-Mu, aku kuat
Berkat rahmat-Mu, aku makan
Berkat rahmat-Mu, aku tinggal
Berkat rahmat-Mu, aku bisa
Engkau tuhan-ku
Engkau sembahanku
Engkau rajaku
Aku rela
Arah Hidup
Hidup bukan untuk memburu dunia
Pergi pagi pulang malam
Lantunan kalam tidak dihiraukan
Suara adzan dilalaikan
Hidup Bukan untuk mengejar tahta
Banting kiri lempar kanan
Sikut sini tendang sana
Yang penting bisa berkuasa
Hidup bukanlah untuk menyenangkan mulut
Melihat menu ini menu itu
Wisata kuliner ke sana kemari
Hidangan dalam luar negeri
Hidup bukan pula memuaskan hasrat nafsu semata
Yang sering membuat lupa Pencipta
Nafsu harus diajak berbicara agar terarah
Demi kebaikan dan kebenaran
Bukan mencelakakan, merusak bahkan menyesatkan
Hidup semestinya dialamatkan hanya kepada Allah
Jalan yang ditempuh hanya menuju penyaksian keagungan-Nya
Harta, tahta, wanita senantiasa dalam bingkai tauhid
Pengendalian nafsu, desahan nafas terus tertambat kepada-Nya
Arah hidup menuju suatu perjumpaan
Wajah Allah Yang Maha Gagah Maha Agung
Perjalanan
Jalan yang akan kau lalui adalah batu terjal
Jalan yang akan kau lalui adalah semak belukar
Jalan yang akan kau lalui curam dan licin
Kau akan turun bukit dan naik bukit
Di depanmu terhalang batu besar
Tetapi jangan kau bingung dan takut
Kau telah mempunyai banyak senjata
Apalagi tumbuhan dan pepohon disekitarmu
Itu adalah sahabatmu
Semak belukar itu adalah teman sejatimu
Lumpur dan kubangan itu adalah mainanmu
Berjalanlah kau terus
Gelap gulita bukan halangan
Binatang buas bukan rintangan
Teruslah berjalan… satu saat akan sampai juga
Kalau pun kau mati di tengah jalan
Akan mati mulia
Kalau diam, kemudian kau mati
Maka, mati konyol
Ikhlas, sabar, do’a dan dzikir itu senjatamu
Batu besar yang menghadangmu
Pecahkan perlahan-lahan
Jangan menunggu pecah sendirinya
Karena serpihannya akan mengenaimu
Selamat berjuang ….
Kecilnyaaku
28 Mei 2016
Facebook Comments

Share This Article