Keuntungan Menulis 
           Sudah hampir satu bulan, saya menulis di blog. Saya merasa ada sesuatu yang berubah di dalam diri. Buku-buku yang tadinya bertumpuk menghiasi lemari, sekarang berpindah menjadi berserakan di atas meja mengelilingi komputer. Tadinya buku-buku tersebut selalu tertutup, hari ini mulai membuka diri dan tidak cukup dengan satu jilid saja. Barangkali satu pepatah “Buku gudangnya ilmu” mulai terasa kebenarannya.
            Yang kedua, ide ngawur yang ada di dalam benak pikiran bisa diterjemahkan ke dalam bahasa tulis. Dan kalau sudah diikat ke dalam tulisan ide tersebut bisa direnungkan kembali tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Semoga ini termasuk ke dalam tafakur sesaat lebih baik dari pada dunia dan isinya.
            Ketiga, materi yang disiapkan dalam menulis harus fokus ke satu masalah, ini artinya saya bisa berlatih menyelesaikan masalah setahap demi setahap.
            Keempat, pemikiran selalu dinamis. Satu contoh yang dialami dalam menentukan judul web. saya bermula memberikan judul “Hikmah Hidup” dengan maksud bahwa hidup yang hanya sesaat harus bisa dimanfaatkan, ada peluang sedikit harus berguna. Semoga hidup penuh hikmah. Beberapa hari kemudian, pemikiran dalam penentuan judul tersebut diganti dengan “Cerita Inspirasi” karena ide-ide yang diterjemahkan ke dalam tulisan waktu itu bercerita tentang pengalaman diri. Harapannya semoga tulisan tersebut menjadi inspirasi dalam melakukan kegiatan yang lainnya.
Di kemudian hari, sesuai dengan tumpahan goresan yang ditulis ternyata Cerita Inspirasi, terasa tidak cocok. Maka muncul ide untuk menggantinya kembali. Beberapa kata sempat muncul, seperti “Ilmu dan Amal.” Kalimat ini mengisi pemikiran karena diilhami oleh Imam Al-Ghazali yang menjelaskan bahwa, “Wajiblah bagi kita hanya mengejar ilmu dan menjalankan amal.” Ternyata hidup begitu sederhana. Yang menjadi gerak langkah itu harus menjadi ilmu dan amal. Melalui pertimbangan berbagai hal kurang cocok untuk dijadikan judul dan sempat muncul berbagai judul lainnya seperti “Sumber Ilmu.” Dan dirasa masih kurang cocok.
Akhirnya, saya menggantinya dengan judul “Menuntut Ilmu.” Semoga sekarang bisa istiqomah dengan judul tersebut.  Judul ini diilhami dari SMS orang tua yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya, seraya menyampaikan do’a yang tak terlupakan, “Semoga Allah yang Maha Mulia, menambahkan kepada kita semua ilmu yang bermanfa’at , rezeki yang barokah dan terbebas dari berbagai macam penyakit. Do’a ini adalah rido orang tua, dan rido orang tua adalah rido Allah.”
Keuntungan kelima, bisa lebih mengoptimalkan fasilitas yang ada seperti komputer, jaringan internet, memaksimalkan waktu untuk dipergunakan ke arah yang lebih bermanfa’at terutama digunakan untuk menggali ilmu sesuai dengan do’a orang tua.
Keenam,  dan yang terpenting bisa menulis dan membicarakan kebaikan-kebaikan Allah dan merenungkannya, sehingga dengan demikian dapat lebih bisa bersyukur kepada-Nya.
Demikian ungkapan hati saat ini.
 kecilnyaaku
Bandung, 26 Mei 2016
Facebook Comments

Share This Article