Seorang bocah dengan wajah lesu dan penuh harap
Dari tadi diam saja menatap wajah pemuda yang tidak dikenalnya
Sementara si pemuda duduk saja di atas kursi yang disediakan pemilik warung
Sambil dengan lahap makan sepotong roti yang dibelinya di warung
Banyak orang lalu lalang melakukan aktivitas masing-masing
Bahkan ada juga yang sedang makan roti
Si bocah tak pernah bergeser sedikit pun dari tempatnya
Tak ada kata sepatah kata pun terucap dari bibirnya
Dan terus memandang sang pemuda yang sedang makan roti
Sang pemuda sadar bahwa dia sedang diperhatikan seorang bocah
Dia pun tanpa berpikir panjang langsung mengambil sepotong roti
Lalu diberikannya kepada si bocah
Dengan hati bersuka riang si bocah langsung mengambilnya
Tanpa pemisi dan berterima kasih, si bocah cepat-cepat meninggalkan sang pemuda
Ilustrasi semacam ini sering terjadi
Allah sering menggerakkan hati seseorang untuk menunjukkan kasihnya
Sang pemuda ketika itu sebenarnya sedang memandang wajah Allah
Si bocah pun sedang memandang wajah Allah dengan harapannya
Allah menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan
Dan menjadikannya berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
Menjadikan manusia melalui tahapan yang paling sempurna
Dengan asma-Nya yang Maha Pemberi
Tidak ada suatu binatang melata pun di bumi
Melainkan Allah lah yang memberi rezekinya
Maka apabila telah datang azalnya,
Mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun
Dan tidak dapat pula memajukannya
Empat hal benar-benar terselesaikan
Penciptaan, budi pekerti, rezeki dan azal
 kecilnyaaku
17 Mei 2016
Facebook Comments