Dalam Kenangan: Mensyukuri Nikmat

0
147

Berikut hanya sebuah ungkapan. Ungkapan dalam mensyukuri suatu nikmat. Saya ingin membicarakan kebaikan-kebaikan Allah kepada saya.

Tenda di Arafah

Kala itu angin begitu kencang.

Tenda pun ikut menari mengiringi syair angin.

Tiangnya berjingkrak-jingkrak dan sesekali lompat-lompat.

Hujan pun turun, dan mungkin terjadi beberapa kali kilatan petir.

Beberapa tetes air hujan jatuh.

Masuk ke sela-sela sambungan tenda.

Nikmat sekali setetes air mengenai mukaku.

Tak ada seorang pun yang ke luar tenda.

Sekedar ingin melihat-lihat apa yang terjadi.

 

Semuanya berada dalam dzikir.

Berada dalam sujud meminta pengampunan.

Menghadapkan wajah kepada yang mengatur langit dan bumi.

Di saat seperti itu ke mana mau pergi menyelamatkan diri.

Di tempat pengembaraan nur ilahi.

Kecuali hanya kepada Rabbul ‘izzati.

kecilnyaaku

 

Kupasrahkan segenap diri.

Subhanallah, ya Allah.

Begitu dekatnya aku dengan-Mu kala itu.

Sampai-sampai aku tesenyum bahagia.

Ternyata Kau selalu bersamaku.

 

Ya Allah, janji-janji-Mu memang benar adanya.

Firman-firman-Mu benar-benar adanya.

Petunjuk Rasulmu benar-benar adanya.

Alam kubur itu benar-benar adanya.

Alam mahsyar itu pasti terjadi.

Surga neraka-Mu benar-benar adanya.

 

Ya, Allah, berilah aku kemampuan untuk terus merasakan nikmat-nikmat-Mu.

Merasakan kedekatan bersama-Mu.

Merasakan rahmat dan karunia-Mu.

Pertemukanlah aku dengan-Mu.

Dengan nikmat-Mu.

Di setiap waktu

Amin

kecilnyaaku

 

Nikmat yang Kuterima

Maha suci Engkau ya Allah

Dengan izin dan kuasa-Mu

Kau undang aku ke rumah-Mu

Kau jamu aku dengan jamuan-Mu

Kau layani berbagai keperluanku

Aku bersyukur atas nikmat-Mu

Kusaksikan Makkah Al-Mukarromah pilihan-Mu

Ka’bah sebagai tugu kerajaan-Mu

Masyair-masyair keagungan-Mu

Subhanallah… subhanallah… subhanallah….

Tak terukir dengan kata

Tak terlukis dengan kanvas

Hanya qolbu tetap berkata

Sungguh kusaksikan ….

Engkaulah Rabbku.

 

kecilnyaaku

1 Mei 2016

 

 

Benar-benar

Teramat jelasnya Dia.

Ada-Nya benar-benar ada.

Wujud-Nya Maha Wujud.

Asma-asma-Nya Maha Asma.

 

Saking teramat Saking.

Hingga tak terindra, indranya lahir.

Kita tinggal di bumi.

Ada yang mengatakan:

“Kecepatan rotasinya 600 mil/jam.”

“Berlari mengelilingi matahari kecepatannya 67.000 mil/jam.”

Saking cepatnya. terasakah?

 

Kita percaya bumi kita berputar.

Kita percaya udara itu ada.

Dan kita menghirupnya setiap waktu.

Saking nikmat dari lembutnya hingga tak terlihat

Dan sering tak menyadarinya.

Kita percaya, Dia itu Maha keberadaan-Nya?
Hingga tak terasa dan sering melupakan-Nya.

Subhanallah….

kecilnyaaku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here