Renungan: Rasa Takut Dilawan Takut ?

0
187

Rasa Takut Dilawan Takut ?

Takut ah … takut.

Gentar, tidak berani, gelisah, segan dan hormat adalah istilah takut.

Setiap manusia memiliki emosi dasar takut.

Tak terkecuali saya pun sering mengalami rasa takut.

Datangnya terkait dengan masa yang akan datang.

Yang belum pasti terjadi.

 

Takut jatuh, takut tidak lulus, takut miskin, takut harimau, takut dimarahi, dll.

Untuk menghilangkan rasa takut, banyak para ahli menciptakan teknologi dan cara mengatasinya.

Dari sekian alat dan cara tersebut, saya berpikir.

Penghilang rasa takut ya dengan rasa takut juga.

Jadi takut dilawan takut, sambil waspada terhadap stimulusnya sambil berharap.

Malah berani pun harus diimbangi dengan takut dan harap.

Gembira harus diiringi dengan takut dan harap.

Sedih pun harus dilawan dengan takut dan harap.

Ini yang perlu saya pelajari dan terapkan setiap saat.

Malah rasa takut dan harap ini harus tertanam dalam jiwa.

Sambil yakin dengan janji-janji-Nya.

Takut dilawan takut dapat menimbulkan totalitas kepasrahan terhadap keputusan-Nya.

Kita takut bukan terhadap stimulus yang menimbulkannya.

Tetapi terhadap Sang Pencipta, Pengendali, dan Pemberi stimulus tersebut.

Kalau ditelusuri suatu stimulus yang membahayakan ternyata mengandung Rahmat-Nya juga.

Angin kencang menimbulkan rasa takut.

Dalam pengharapan, “Allahummaj’alha rahmatan walaa taj’alha adzaaban.”

Ya allah, jadikan ini sebagai rahmat, dan jangan menjadikannya sebagai siksa.

Beberapa peristiwa lagi, ada yang menjadi korban dengan stimulus yang menyenangkan.

Makanan yang enak eh … ternyata di dalamnya beracun, atau ada kesalahan dalam sistem pencernaann.

Marabahaya bisa terjadi.

Kalau sudah waktunya terjadi, ya terjadilah tidak melihat stimulus apa saja.

Ternyata yang paling kita waspadai adalah firman-Nya.

Silahkan berbuat apa pun sesuka hatimu!

Namun, tunggulah, Inna adzabii lasyadiid.

Sesungguhnya siksa Kami itu sangat keras.

Perlu waspada, hati-hati, alias takut kepada-Nya.

Demikianlah sebuah renungan, bahwasanya rasa takut, gelisah, cemas, was-was seringkali atau tiba-tiba suka muncul. malah kadang tanpa alasan yang jelas. dan kadang-kadang kurang dimengerti mencemaskan apa? atau gelisah dikarenakan apa? takut karena apa?

Semoga saja renungan ini bermanfaat bagi diri.

.

««««« menu «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here