Dengan Alam Dia Berkomuikasi

0
243

Allah yang Maha bijaksana. Allah yang Maha Lembut tak pernah kehilangan cara untuk menyampaikan keberadaan-Nya, keagungan, kebesaran, dan kehendak-Nya dalam menyampaikan teguran kepada hamba-hamba-Nya. Dengan alam seperti angin, bumi, hujan dan lain-lain Dia berkomunikasi.

Keberadaan alam sebagai ciptaan-Nya seringkali berkhutbah agar manusia sadar bahwa manusia diciptakan sebagai kholifatu fil ard berkewajiban memelihara keseimbangan dan tidak membuat kerusakan.

Dalam sehari lima waktu kita diseru untuk menuju kepada kebahagiaan, diajak shalat, diperdengarkan nama-nama Keagungan Allah. itu semua untuk kepentingan dan kebutuhan kita. Memenuhi satu janji dengan-Nya. Apakah Aku Tuhanmu? Ruh kita menjawab. Ya, tentu. kami bersaksi.

Ruh kita telah mengadakan perjanjian dengan Allah. Kita meyakini aturan-Nya, olahan-Nya dan campur tangan-Nya terhadap eksistensi alam semesta ini.

Puisi di bawah ini menggambarkan ke-Mahaan sifat-sifat Allah. Menaafakuri ciptaan-Nya dan peristiwa-peristiwa alam merupakan perintah-Nya. Bertafakur sesaat lebih baik dari pada dunia dan isinya.

Sesungguhnya segala kerusakan yang ada di daratan dan di lautan, disebabkan karena tangan-tangan manusia. Allah seringkali menegur, menasihati, meyapa lewat gempa bumi, banjir, tsunami, angin yang sangat kencang, kobaran api dan berbagai virus yang harus diwaspadai.

Sebagai hamba-Nya, selayaknya kita senantiasa tetap menjalin hubungan baik dengan-Nya dengan taat dan patuh kepada-Nya.

Berikut sebuah puisi tentang cara-cara Allah.

Cara Dia Berkomunikasi

Dia selalu menyapamu dengan suara yang amat santun melalui semayup adzan

Berbisik ke telingamu dengan penuh mesra melalui lantunan kalam

Dan bercerita padamu dengan penuh kasih melalui berbagai media tentang nadzoman keagungan

Dia melihat tawamu dengan senyuman

Mendengar detak hati sampai gonggongan angkuhmu dengan penuh bijaksana

Dia sering menasihatimu dengan bijak menahan amarah

Dengan bumi yang berguncang hingga tsunami yang meratakan dataran

Dengan taupan yang meraung kencang merebah hijauan, meroboh sekalipun berdiri kokoh

Dengan bah yang melintang pukang menggenang melayang

Dengan api berkobar yang marah meluluhlantah hutan dan rumah

Dengan berbagai virus yang berlari menembus tiada batas arus

Adakah kesadaran untuk kamu singkap tirai-tirai kabut peristiwa ?

Ataukah tangis pilu, jeritan resah gelisah dalam selimut takut akankah terus terjadi ?

Benar… benar….

Tangan-tanganmulah jawabnya!

.

««««« menu «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here